بسم الله الرحمن الرحي


Selasa, 03 Februari 2009

profil calon presiden dari kalangan muda

Nama: Yusril Ihza Mahendra
Tempat Tanggal Lahir: Belitung, 5 Februari 1956
Agama: Islam
Istri: Ny Kessy Sukaesih (cerai)
Ny Rika Tolentino Kato
Anak: 1. Yuri Kemal Fadlullah
2. Kenia Khairunissa
3. Melany Alisa
4. Ali Reza Mahendra
Pendidikan : - S1 Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UI 1983 Jurusan Filsafat Fakultas Sastra UI 1982

- S2 Graduate School of Humanities and Social Science, University of
The Punjab, India (1984)
- S3: Institute of Post Graduate Studies, Universiti Sains Malaysia 1993
Karir : 1998- 2005 Ketua Umum Partai Bulan Bintang
2000-2001 Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
2001-2004 Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong
2004-2007 Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu
Alamat : Jl Karang Asem Utara No 32, Mega Kuningan, Jakarta.

Nama Yusril Ihza Mahendra sudah tak asing lagi di kancah perpolitikan tanah air. Belakangan ini, mantan Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu yang dipecat Mei 2007 lalu, kini lebih aktif di dunia perfilman. Pengangkatannya sebagai Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu merupakan inisiatif awal hasil dari koalisi antara Partai Bulan Bintang (PBB) yang dipimpinnya dengan Partai Demokrat yang mendukung pencalonan SBY - JK dalam Pemilu Presiden 2004 lalu.

Pada masa studinya, Yusril kerap kali aktif di dalam lembaga akademi dan organisasi kemahasiswaan. Sebut saja sebagai staf pengajar pernah di beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Akademi Ilmu Permasyarkatan (Depkeh), dan program pascasarjana Hukum UI dan UMJ.

Reputasinya sebagai ahli hukum tata negara membawanya ke Istana Merdeka. Pada menjelang akhir masa pemerintahan Soeharto, Yusril adalah penulis naskah pidatonya. Selanjutnya, Berbagai jabatan penting dalam pemerintahan pun pernah dijabatinya. Ia secara berturut-turut menjadi bagian dari kementrian kabinet Indonesia, dimulai dari tahun 2000 hingga terakhir tahun 2007 sebagai Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu.

Melihat perjalanan karir politiknya dan trek rekornya, sudah barang tentu Yusril tidak diragukan lagi kredibilitasnya. Namun, semua ini sedikit tercoreng oleh dugaan adanya skandal korupsi yang ramai diberitakan mass media di tahun 2007 yang berujung pada pemecatannya sebaga Menteri Sekretaris Negara.

Jauh sebelum Pemilu 2004, nama Yusril sebenarnya sempat disebut-sebut sebagai salah satu kandidat calon presiden. Pada pemilu 2004, ia sempat mengatakan bahwa dirinya tidak berambisi menjadi presiden, kecuali jika PBB bisa masuk tiga besar sebagai pemenang Pemilu. Pada pemilu kali ini, dengan berbekal pengalaman-pengalaman politiknya, Yusril berharap mendapat dukungan dan kepercayaan dari rakyat Indonesia bahwa setidaknya dirinya adalah seorang calon presiden RI yang kompeten.
sumber: detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar